New Life, New Level (Sebuah Refleksi tentang Kebangkitan di dalam Kristus melalui Kisah Dragon Ball)

ARTIKEL

Pandu Wartaning Putra

5/2/20255 min read

Orangpun datang

Dan akan kembali

Kehidupan ‘kan jadi satu

Di kehidupan yang kedua

Akan menjadi lebih indah

Siapakah yang dapat melaksanakan

Sekarang berusaha mewujudkannya

Setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Maret 2024, dunia dikejutkan dengan berita meninggalnya seorang mangaka legendaris asal Jepang, Akira Toriyama. Akira Toriyama sendiri adalah kreator dari manga legendaris Dragon Ball yang dulu juga pernah tayang di salah satu stasiun TV Indonesia. Hampir semua remaja kelahiran 1980-an dan 1990-an pernah menikmati siaran anime asal Jepang itu, dan mungkin menjadi dilema ketika harus diperhadapkan pilihan antara pergi kebaktian di Gereja atau menonton TV. Pasalnya, pada masa itu ketika hari Minggu saluran televisi selalu dipenuhi dengan tayangan-tayangan yang disukai anak-anak dan remaja.

Kutipan di awal tulisan ini adalah penggalan dari lirik lagu Dragon Ball dalam bahasa Indonesia yang mungkin sering kita dengar ketika opening maupun ending dari serial anime Dragon Ball di layar kaca. Dragon Ball sendiri dalam ceritanya adalah nama dari beberapa bola yang totalnya ada 7 buah dan ketika seseorang berhasil mengumpulkan semuanya, maka akan keluar dewa naga yang dapat mengabulkan permintaan apapun. Biasanya, dalam serial Dragon Ball permintaan yang paling sering diucapkan ketika sang dewa naga muncul adalah permintaan untuk menghidupkan kembali orang yang telah meninggal.

Sebagai manusia, kita adalah makhluk yang penuh dengan dosa. Tidak ada satupun dari kita yang tidak berdosa. Firman Tuhan berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rm. 3:23) dan sesungguhnya upah dosa ialah maut (Rm. 6:23). Upah bagi kita karena keberdosaan kita adalah maut atau kematian yang kekal. Hal ini menjadi sangat mengerikan, dan bahkan kita tidak mungkin berharap akan ada Dragon Ball yang bisa membangkitkan kita. Tetapi sebagai orang percaya, sesungguhnya ketika kita telah menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat kita, maka kita telah mengalami kematian di dalam Dia. Lalu selanjutnya, ketika kita mengalami kematian di dalam Dia, maka sama seperti Dia yang telah dibangkitan dari antara orang mati, kitapun turut dibangkitan di dalam Dia. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru (Rm. 6:4). Jadi, kita sebagai orang percaya sejatinya telah mengalami kebangkitan bersama-sama dengan Yesus Kristus. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya (Rm.6:5).

Lalu pertanyaannya adalah bagaimana memaknai dibangkitkan bersama Kristus dalam kehidupan kita? Ketika kita berbicara tentang kematian di dalam Yesus kita biasanya akan membahas tentang bagaimana kita sebagai orang yang berdosa telah memperoleh pengampunan oleh darah Kristus. Kita hanya berkutat tentang bagaimana kita telah merdeka dari maut dan dosa serta beroleh pendamaian dengan Allah. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Ef.1:7).

Tetapi ketika berbicara tentang kebangkitan bersama Kristus, apakah yang harus dilakukan? Dibangkitkan bersama Kristus seharusnya membawa perubahan dalam hidup kita. Perubahan yang dimaksud tentu saja adalah kita sebagai orang percaya harus meninggalkan cara-cara hidup kita yang lama. Kita berusaha untuk tidak lagi hidup di dalam dosa, tidak lagi hidup menurut keinginan daging, tidak lagi menjadi batu sandungan bagi orang lain, dan masih banyak lagi contoh kehidupan lama kita. Pada cerita Dragon Ball, sang tokoh utama, yaitu Son Goku sering mengalami kekalahan atau bahkan kematian ketika menghadapi musuh yang lebih kuat, di saat seperti itu biasanya akan digunakan kemampuan dari Dragon Ball yang dapat mengabulkan permintaan, di mana Son Goku akan dibangkitkan kembali dari kematian untuk kembali menghadapi musuh-musuhnya. Ketika dibangkitkan kembali, Son Goku akan selalu bertambah kuat dari sebelumnya. Son Goku akan selalu mengalami level up setelah bangkit dari kekalahan. Sama seperti Son Goku, kita yang telah mengalami kematian dan kebangkitan bersama Yesus Kristus juga harus meningkatkan level hidup kita. Kita harus menjadi pribadi yang lebih baik setelah menghidupi kebangkitan di dalam Yesus Kristus.

Nyatanya, tidak ada orang yang benar-benar bisa terlepas dari dosa. Pernyataan ini bukanlah sebuah sikap pesimistis, tetapi itu adalah sebuah fakta Alkitab yang akan sedikit menampar kita yang selalu berusaha menjadi orang “suci”. Pertanyaan selanjutnya adalah, lantas apakah ada manusia yang benar-benar suci dan tidak berdosa? Iya, ada. Dia adalah Yesus Kristus.

Kehidupan Yesus selama di dunia bukan hanya sekedar bagian dari sejarah masa lalu tetapi juga sebagai pedoman hidup di masa sekarang. Salah satu alasan Yesus datang ke dunia selain untuk mengerjakan karya keselamatan-Nya adalah karena Dia sendiri datang sebagai role model bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Bersyukurlah kita sebagai orang Kristen bahwa kita tidak perlu lagi merasa bingung harus hidup seperti apa, karena Yesus sendiri telah memberikan petunjuk hidup melalui teladan-Nya yang tercatat di dalam Alkitab. Kebangkitan kekal menuntut kesempurnaan dalam hidup. Sebab karena satu dosa saja manusia bisa tidak selamat, meskipun seumur hidupnya selalu berbuat baik. Karena itu, sekeras apapun usaha kita, kita tidak akan pernah bisa 100% hidup tanpa cela. Hanya melalui Yesus Kristus saja kita bisa beroleh keselamatan yang kekal. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri (Ef. 2:8-9).

Meskipun kita tidak akan bisa 100% hidup tanpa celah tapi ini bukan berarti bahwa kita bisa pasrah saja untuk hidup di dalam dosa. Kita harus semakin meningkatkan level hidup kita menjadi lebih baik. Sama seperti seseorang yang sedang diet, tidak cukup hanya dengan mengubah pola makannya menjadi lebih sehat tetapi harus juga dibarengi dengan olahraga yang rutin agar diet ini berhasil. Anugerah hidup yang telah kita terima dari Allah harus kita hidupi dalam keseharian kita, hal ini dapat tercermin dalam upaya untuk meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan hidup dalam ketaatan terhadap kehendak Allah.

Selain itu, hidup kita juga harus dipenuhi dengan kasih dan pengampunan. Dibangkitkan bersama Kristus berarti mengikuti teladan-Nya dalam memperlihatkan kasih kepada sesama dan memberikan pengampunan, bahkan kepada yang telah menyakiti kita. Dalam keseharian, ini berarti memperlakukan orang lain dengan pengertian, belas kasihan, dan kerendahan hati, serta memaafkan mereka yang telah melakukan kesalahan terhadap kita. Dibangkitkan bersama Kristus juga berarti kita telah menjadi bagian dari tubuh-Nya, yaitu Gereja. Hal ini mengajarkan betapa pentingnya komunitas rohani dalam kehidupan kita. Menghidupi kebangkitan bersama Kristus bisa kita lakukan melalui aktif terlibat dalam kehidupan gereja, mendukung sesama anggota tubuh Kristus, dan bersama-sama membangun komunitas yang kuat dalam iman dan kasih. Tetapi perlu diingat, bahwa hal-hal baik yang kita kerjakan dalam hidup kita bukanlah sebagai syarat agar kita memperoleh “kebangkitan” itu melainkan sebagai respons kita atas anugerah Allah dalam hidup kita.

Pada akhirnya, sebagai orang yang telah beroleh keselamatan di dalam Kristus, kita juga memiliki tanggung jawab untuk mewartakan kebenaran kebangkitan-Nya kepada dunia. Keselamatan yang telah kita peroleh tidak boleh hanya berhenti di diri kita sendiri, kita perlu membagikannya kepada semua orang, agar setiap orang beroleh kesempatan untuk menerima Kabar Baik ini. Hal ini bukan berarti kita harus memberitakannya secara verbal, tetapi kita bisa mewartakannya melalui cara hidup kita yang mencerminkan nilai-nilai Kristus. Sehingga semua orang dapat mengenal Kristus melalui kehidupan kita. Kembali lagi pada lirik lagu Dragon Ball di awal. Saya akan mengutip bagian yang cukup berkesan bagi saya. Tentu saja dengan pemaknaan versi saya sendiri.

Di kehidupan yang kedua (hidup baru)

Akan menjadi lebih indah (beroleh keselamatan)

Siapakah yang dapat melaksanakan (Kristus)

Sekarang berusaha mewujudkannya (orang Kristen)