Renungan : Dibentuk Melalui Luka

RENUNGAN

Tri Ayu Lestari

5/3/20252 min read

"Mengapa Tuhan membiarkan aku mengalami ini?"

Pernahkah kita merasa marah atau kecewa kepada Tuhan karena luka yang kita alami? Kita berdoa meminta kelepasan, tetapi masalah seolah tak kunjung selesai. Kita melihat orang lain hidup dengan mudah, sementara kita harus berjuang dengan kesulitan dan kekurangan kita. Jika Tuhan baik, mengapa Dia membiarkan ini terjadi?

Luka sering kali membuat kita bertanya, “Apakah Tuhan benar-benar peduli?”, kita mulai meragukan kasih Tuhan. Tapi bagaimana jika justru luka itu adalah bagian dari cara Tuhan membentuk kita?

Pertanyaan ini sering muncul ketika kita mengalami penderitaan dalam hidup, tetapi Tuhan tidak pernah membiarkan luka tanpa tujuan. Ketika kita terluka, kita punya dua pilihan:

1. Membiarkan luka itu membuat kita jauh dari Tuhan

2. Mempercayai bahwa Tuhan sedang membentuk kita melalui luka itu

Ketika segala sesuatu berjalan lancar, kita sering lupa bahwa kita membutuhkan Tuhan. Kita merasa kuat, mandiri, dan bisa mengandalkan diri sendiri. Tetapi ketika luka datang, kita diingatkan bahwa kita ini rapuh dan tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Luka memaksa kita untuk berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan mulai bersandar penuh pada-Nya.

Sering kali, orang yang paling mengerti arti kasih adalah mereka yang pernah merasa tidak dikasihi. Mereka yang pernah ditolak, dikhianati, atau diremehkan justru memiliki hati yang lebih lembut untuk memahami rasa sakit orang lain. Tuhan membentuk hati kita melalui pengalaman pahit supaya kita bisa menjadi orang yang lebih penuh kasih.

Mereka yang pernah dikhianati belajar untuk lebih berhati-hati, tapi juga lebih pemaaf.

Mereka yang pernah merasa kesepian belajar untuk menjadi teman yang baik bagi orang lain.

Mereka yang pernah mengalami kegagalan belajar untuk tidak menghakimi orang lain yang jatuh.

Jika kita mengizinkan Tuhan menyembuhkan luka kita, kita akan menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih berempati, dan lebih memahami makna kasih yang sejati. Sebuah bejana tanah liat harus melalui proses pembentukan, tekanan, dan api sebelum menjadi sesuatu yang indah dan berguna.Demikian juga dengan hidup kita. Tanpa luka, kita tidak akan bertumbuh, Tanpa badai iman kita tidak akan bertambah kuat, Tanpa air mata kita tidak akan mengerti arti penghiburan, Tanpa kehilangan kita tidak akan belajar untuk menghargai apa yang kita miliki.

Hari ini, jika kita masih membawa luka di hati kita, jangan biarkan luka itu menjauhkan kita dari Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hati kita, membentuk kita menjadi pribadi yang lebih indah.

Jangan melihat luka sebagai kutukan, lihatlah itu sebagai tangan Tuhan yang sedang membentuk kita menjadi ciptaan yang lebih baik. Amin.

DIBENTUK MELALUI LUKA

Oleh : Tri Ayu Lestari

“Sebab jika Ia mendatangkan luka, Ia juga yang membalutnya; jika Ia memukul, tangan-Nya pun menyembuhkan.”

(Ayub 5 : 18)